A.
Nilai
Berita
Sebuah
berita jika disajikan haruslah memuat nilai berita di dalamnya. Nilai berita
itu mencakup beberapa hal, seperti berikut.
1.
Objektif: berdasarkan fakta, tidak
memihak.
2.
Aktual: terbaru, belum
"basi".
3.
Luar biasa: besar, aneh, janggal,
tidak umum.
4.
Penting: pengaruh atau dampaknya
bagi orang banyak; menyangkut orang penting/terkenal.
5.
Jarak: familiaritas, kedekatan
(geografis, kultural, psikologis).
B.
Unsure-unsur berita
Berita yang baik umumnya harus
memenuhi unsur: 5 W + 1 H
Yakni: (Who, What, Where, When,
Why) + How
Atau : (Siapa, Apa, Dimana,
Kapan, Mengapa) + Bagaimana
Kriteria
Khusus:
1. kebijakan
redaksional/misi media. Masing-masing media memiliki kebijakan redaksional dan
misi yang berbeda.
2. Pendekatan
keamanan (ancaman pembredelan, dan sebagainya). Berita yang mengkritik keras
korupsi dan kolusi antara penguasa dan pengusaha bisa berujung pada pembredelan
atau teguran terhadap media yang bersangkutan. Atau bisa memakan korban
wartawan media itu sendiri, seperti kasus yang menyebabkan terbunuhnya wartwan
Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin.
3. kepekaan
masyarakat pembaca dan kemungkinan dampak negatif berita terhadap pembaca.
Misalnya untuk isu-isu yang menyangkut SARA (suku, Agama, Ras, dan antar
golongan). Atau bisa menyinggung perasaan atau martabat pembaca.
C. Proses
penulisan berita
1.
Penugasaan, apa yang layak diliput
2.
Pengumpulan, pastikan data yang cukup
3.
Evaluasi, terutama hal-hal yang penting
4.
Penulisan, penentuan pilihan kata/diksi
5.
Penyuntingan/ editor
D.
Macam Berita:
Dari
segi sifatnya, kita kenal dua macam: Hard News dan Soft News.
Hard News/Straight News:
berita yang lugas, singkat, langsung kepokok persoalan dan fakta-faktanya.
Biasanyaharus memenuhi unsur 5W+1H secara ketat dan harus cepat-cepat dimuat,
karena terlamba sedikit bisa basi. Istilah Hard News lebih mengacu pada isi
berita, sedangkan istilah Straight News lebih mengacu pada cara penulisannya
(struktur penulisanya).
Soft News:
beritayang dari segi struktur penulisannya relatif lebih luwes, dan dari segi
isi tidak terlalu berat. Soft news umumnyatidak terlalu lugas, tidak kaku, atau
ketat khususnya dalam soal waktunya. Misalnya tulisan untuk menggambarkan
kesulitan yang dihadapi rakyat kecil akibat krisis ekonomi. Selama krisis
ekonomi masih berlanjut, berita itu bisa diturunkan kapan saja. Biasanya lebih
banyak mengangkat aspek kemanusiaan (human interest).
Dari segi bentuknya,
soft news masih bisa kita perinci lagi menjadi dua: News Features dan Feature.
Feature adalah teknik
penulisan yang khas berbentuk luwes, tahan lama, menarik, strukturnya tidak
kaku, dan biasanya megangkat aspek kemanusiaan. Pada hakekatnya penulisan
feature adalah seorang yang berkisah. Ia melukis gambar dengan kata-kata, ia
menghidupkan imajinasi pembaca, ia menarik pembaca kedalam cerita dengan
mengidentififkasikan diri dengan tokoh utama. Panjang tulisan feature
bervariasi dan boleh ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik.
Sedangkan News Feature
adalah Feature yang mengandung unsur berita. Misalnya tulisan yang menggambarkan
peristiwa penangkapan Tommy Suharto oleh polisi, yang diawali dengan penyadapan
telepon dengan bantuan Roy Suryo seorang pakar Multimedia dan Komunikasi,
pembongkaran ruang bawah tanah, sampai proses tertangkapnya disajikan secara
seru, menarik, dan dramatis. Seperti menonton film saja.
E. Struktur
penulisan berita
Ada
tiga bentuk susunan berita yaitu:
o paling
penting di bagian depan/awal dan seterusnya ke hal yang kurang penting, dan
ini adalah bentuk yang paling banyak
digunakan;
o bentuk
paralel yakni bentuk penulisan berita di mana bagian awal, tengah, dan akhir
memiliki bobot yang sama;
o
bentuk kronologis yakni bentuk penulisan berita
yang memaparkan informasi secara berurutan menurut proses waktu atau proses
peristiwanya .
F.
Cara penulisan teks berita
Penulisan berita harus memenuhi syarat
yaitu :
(1) berita yang ditulis harus berisi
fakta nyata,
(2) obyektif, berita yang ditulis harus sesuai dengan keadaan sebenarnya,
(3) berimbang, yakni berlandaskan pada kebenaran ilmu atau kebenaran
berita itu sendiri tanpa mengabdi pada sumber berita,
(2) obyektif, berita yang ditulis harus sesuai dengan keadaan sebenarnya,
(3) berimbang, yakni berlandaskan pada kebenaran ilmu atau kebenaran
berita itu sendiri tanpa mengabdi pada sumber berita,
(4)
akurat ,tepat dan jelas sasarannya,
(5)
berita yang ditulis hendaknya
lengkap/komplit.
N. 17 ciri utama bahasa berita yang berlaku
untuk semua bentuk media berkala tersebut. yakni :
sederhana, singkat, padat, lugas, jelas, jernih, menarik, demokratis, populis, logis, gramatikal, menghindari kata tutur, menghindari kata dan istilah asing, pilihan kata. (diksi) yang tepat, mengutamakan kalimat aktif, sejauh mungkin menghindari pengunaan kata atau istilah-istilah teknis, dan tunduk kepada kaidah etika
sederhana, singkat, padat, lugas, jelas, jernih, menarik, demokratis, populis, logis, gramatikal, menghindari kata tutur, menghindari kata dan istilah asing, pilihan kata. (diksi) yang tepat, mengutamakan kalimat aktif, sejauh mungkin menghindari pengunaan kata atau istilah-istilah teknis, dan tunduk kepada kaidah etika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar